Archaeology Journals and Publications

“Senggiling Shipwreck: Underwater Archaeological Remains on the North Coast of Bintan Island”

“Senggiling Shipwreck: Underwater Archaeological Remains on the North Coast of Bintan Island | Kapal Karam Senggiling: Tinggalan Arkeologi Bawah Air di Pesisir Utara Pulau Bintan”

by

Stanov Purnawibowo, Jian Cheng Michael Ng, Ahmad Surya Ramadhan, Mochammad Fauzi Hendrawan, Andri Restiyadi, Dwi Kurnia Sandy, Muslim Dimas Khoiru Dhony, Vicky Narendra Pharayogi, Wastu Prasetyo and Shinatria Adhityatama

Keywords: Bintan Island, Wreck, Maritime Trade, Pulau Bintan, Kapal Karam, Perdagangan Maritim

Abstract:

The Senggiling Shipwreck has been researched since 2019, and the result of the research was published in 2020. In 2021, further research was conducted, and new data was obtained. The research in 2021 shows an update regarding the identity of the Senggiling Shipwreck, which includes the ship’s cargo, structure, and historiography. This research aims to update information related to the Senggiling Shipwreck site, which was studied in 2020. The data sampling was carried out using underwater archaeological survey techniques, while the analysis was carried out on aspects of form, type, space and date to obtain information about the various types, forms and times of manufacture of the ship and its load. In addition, this research also uses archives and documents to trace shipping activities on the island of Bintan. The results of the latest identification show that the Senggiling Shipwreck is a wooden ship whose raw materials for its manufacture come from mainland Europe and Central to South Asia. The manufacturing technology originated after 1832 AD from Europe, which transported trade commodities from China and Europe.

Kapal Karam Senggiling telah diteliti sejak tahun 2019 dan dipublikasikan tahun 2020. Pada tahun 2021 dilakukan penelitian lanjutan yang menghasilkan data baru. Berdasarkan hasil penelitian tahun 2021 tersebut menunjukan adanya pembaharuan terkait identitas Kapal Karam Senggiling yang meliputi muatan kapal, struktur kapal, serta historiografinya. Tujuan penelitian untuk memperbaharui informasi terkait situs Kapal Karam Senggiling yang telah diteliti tahun 2020. Pengambilan sampel data menggunakan teknik survei arkeologi bawah air. Analisis dilakukan pada aspek bentuk, jenis, keruangan dan pertanggalan untuk mendapatkan informasi mengenai ragam jenis, bentuk dan masa pembuatan kapal tersebut dan muatannya. Selain itu penelitian ini juga menggunakan arsip dan dokumen untuk menelusuri kegiatan pelayaran di pulau Bintan. Hasil identifikasi terbaru Kapal Karam Senggiling merupakan kapal kayu yang bahan baku pembuatannya berasal dari daratan Eropa dan Asia Tengah hingga Selatan. Teknologi pembuatannya berasal dari Eropa setelah 1832 yang mengangkut komuditas perdangangan dari China dan Eropa.

Access the full article for free on the SPAFA Journal website at DOI: https://doi.org/10.26721/spafa.0r233k8728

Print Friendly, PDF & Email